Dari renungan elfata, mari kita tutup kesan dengan pesan.
Mengandung Pesan
Seorang berpakaian cow boy duduk diatas kursi kayu itu. Sebatang ‘cerutu’ nangkring dibibirnya dengan penuh keangkuhan. Para pembaca segera paham bahwa sang tokoh adalah seorang bandit. Demikian promosi media massa barat pasca perang dunia 1 untuk menyudutkan cerutu. Efektif. Masyarakat telah punya gambaran bahwa cerutu identik dengan kejahatan dan kekumuhan. Tentu saja industri cerutu tidak akan tinggal diam . upaya untu mengubah opini tersebut gencar dilakukan. Berbekal dana yang tak sedikit, iklan untuk menaikkan pamor cerutu digelar. Para kameraman dan kuli tinta diberikan iming –iming uang yang banyak jika mampu menghasilkan foto-foto yang berkesan yang sedang mengisap cerutu. Foto para tokoh masyarakat tiba-tiba muncul di surat kabar dengan cerutu berkelas ditangan. Berbagai momen penting tak pernah lewat dari foto orang mengisap cerutu. Berita-berita yang terkait dengan cerutu walau sekecil apapun diekspos oleh banyak media. Dalam waktu realatif singkat cerutu yang merupakan barang haram menjadi barang wah dan elit, tak lagi identik dengan para bandit. Media massa dengan mudah mengubah opini masyarakat. Dengan menempatkan sedikit foto yang bermuatan pesan masyarakat telah mendapat kesan.
Umat islam tentu harus jeli dalam menangkap pesan yang dibawakan oleh media cetak amupun media elektronik yang ada, terlebih media yang sejak semula tak punya keberpihakan kepada ajaran islam atau umat islam.
Cobalah asah kepekaan diri ketika misalnya sebuah media cetak terkenal di negeri ini menampilkan foto para pegawai pemada Tegal yang bolos seetelah idul fitri yang lalu. Tampak jelas gambar yang diambil, seorang ibu yang berjilbab juga ikut terjaring operasi karena membolos. Apa kesan pembaca yang bisa ambil? Atau bagaimana yang tergambar dalam benak masyarakat jika foto para pelaku terror sebagiannya adalah pria berjenggot, bercelana di atas mata kaki, terlihat rajin shalat, dan istrinya bercadar?
Kesalahan memang tetap kesalahan. Membolos dari kerja adalah perbuatan salah. Namun apa yang ditangkap oleh masyarakat jika yang diekspos adalah seorang wanita yang berjilabab?
Demikian pila, perbuatan teror bom adalah kesalahan bahkan dosa yang besar karena membunuh jiwa yang diharamkan oleh Allah. Namun perlu diingat bahwa, bahwa jenggot, cadar, dan celana di atas mata kaki tidaklah identik dengan terror dan bom. Kesalahan orang yang melakukan terror adalah pada pemikiran dan pemahaman serta perbuatan terror yang merka lakukan bukan pada jenggot atau cadarnya. Bedakan dengan pasti. Memelihara jenggot dan menaikkan celana diatas mata kaki bagi laki-laki, serta memakai cadar bagi wanita adalah sesuatau yang ditetapkan oleh syariat islam. Sedangkan teror, pembajakan, dan perusakan adalah hal-hal yang ditentang oleh islam. So, Pandai-pandailah memilah pesan.
Langganan:
Posting Komentar (Atom)

Tidak ada komentar:
Posting Komentar